Menyembuhkan Vertigo dengan Akupuntur
>> Sabtu, 18 Juli 2009
Menyembuhkan Vertigo dengan Akupuntur
V
artigo adalah sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkun gan sekitarnya. Sensasi itu dapat disertai gejala otonom yaitu pucat, keringat dingin, mual, muntah, dan pusing. Vertigo mencerminkan adanya gangguan sistem deteksi orientasi seseorang. Vertigo tejadi Karena ada gangguan pada system keseimbangan tubuh yang posisinya berada di dalam saluran pendengaran. Penyebabnya bisa berupa trauma, infeksi, keganasan, metabolic, toksik, vascular, atau autoimun. Ada dua system kesimbangan tubuh kita, yaitu system vestibular dan somatokinetik (kulit, sendi, otot). FAktor lain yang menyebabkan vertigo adalah degenerasi saluran pendengaran yang mengantar gelombang suara ke daun telinga. Ibaratnya saluran tersebut sudah bergelombang hingga muncul vertigo.
Apabila gejala penyakit yang kita rasakan adsalah pusing, gelisah, jantung berdebar, dan perasaan takut yang berlebihan maka itu merupakan vertigo yang dipengaruhi oleh ketidaksempurnaan tekanan darah tinggi maupun rendah. Pada penderita darah rendah, kadar hemoglobinnya rendah sehingga darah tidak bisa dipompa sampai ke kepala. Vertigo mudah sekali terjadi pada seorang penderita darah rendah. Untuk mengatasinya, penderita membutuhkan multivitamin yang mengandung zat besi dan mengkonsumsi sayuran/lauk yang mempunyai kadar protein cukup.
Lalu apa yang diobati dengan akupuntur? Akupuntur merupakan suatu cara, ilmu, dan seni meningkatkan derajat kesehatan, vitalitas dan estetika, secara promotif (berolahraga), prefentif ( menghindari serangan virus penyakit), kuratif ( menghilangkan/menanggulangi) dan rehabilitative (mengembalikan fungsi tubuh ke asalnya), dengan cara menusukkan jarum pada daerah tubuh tertentu. Akupuntur merupakan terapi pilihan atau pelengkap bagi penderita suatu penyakit. Jadi boleh saja menjalani pengobatan medis dan terapi.
Kalau vertigo disebabkan oleh infeksi dan degenaratif saluran pendengaran, penyembuhannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Penyembuhannya pun tergantung pada jenis penyakitnya. Makin kompleks penyakitnya, makin lama proses penyembuhannya. Juga tergantung pada kondisi si pasien. Pasien yang terlalu sensitive ppada penyakit akan mempengaruhi proses pengobatan. Kepekaan masing-masing oarng berbeda. Terapi akupuntur akan dapat berhasil bila pasien mempunyai ketahanan fisik dan ketenangan mental.
Umumnya proses terapi ini membutuhkan waktu 12-15 kali, atau seminggu 3 kali. Jika penyakitnya berat, bisa 4 kali terapi dalam seminggu. Frekuensinya sesuai dengan anjuran ahlinya. Jika tidak sesuai dengan aturan pengobatan, hal itu hisa mempengaruhi lamanya penyembuhan, bahkan sampai tingkata keberhasilannya.
Pengobatan melalui terapi atau secara medis akan memberikan efek samping bagi si penderita. Namun tidak fatal. Biasanya lapisan kulit luar akan memerah akibat penusukan. Tapi itu hanya sementara. Pasien hanya membutuhkan keberanian dan ketenangan sikologis supaya penusukan jarum kebagian organ tubuh dan pemutaran jarum di bagian saraf tidak banyak mengalami hambatan. Ada contoh kasus, seseorang pasien takut meneruskan terapi tusuk jarum ini karena mengalami sesak nafas hingga pingsan. Itu besar kemungkinannya karena pengeksekutor belum memahami secara penuh teori penusukan ini. Ini yang kita sebut mal praktek. Atau bisa juga si pasien terlalu banyak bergerak saat menahan rasa sakit sehingga jarum tidak mengenai titik saraf yang dituju dan oksigen yang terikat dalam darah tidak sampai ke paru-paru.




0 komentar:
Posting Komentar