Nyeri Hebat Saat Haid Bisa Menjadi Pertanda Adanya Endometriosis
>> Sabtu, 18 Juli 2009
Nyeri Hebat Saat Haid Bisa Menjadi Pertanda Adanya Endometriosis
Haid atau menstruasi me
rupakan peluruhan dinding rahim yang terdiri dari darah dan jaringan tubuh. Ini berlangsung setiap bulan dan merupakan proses yang normal bagi seorang perempuan di usia reproduksi. Menstruasi adalah suatu proses pembersihan rahim terhadap pembuluh darah, kelenjar-kelenjar, dan sel-sel yang tidak terpakai karena tidak ada proses pembuahan.
Menstruasi dimulai pada saat perempuan berumur 10-16 tahun, tergantung pada kesehatan wanita, nutrisi dan proporsi tubuh. Menstruasiberlangsung sebulan sekali sampai wanita mencapai usia 45-50 tahun. Menstruasi merupakan bagian dari proses regular yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulan untuk proses kehamilan. Daur ini melibatkan beberpa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar di bawah otak bagian depan, dan indung telur.
Apabila wanita menggunakan alat kontrasepsi yang berbentuk spiral atau IUD, maka siklus menstruasinya menjadi lebih panjang. Sekitar 1-2 hari dari menstruasi normal sekitar 5-7 hari. Di samping iitu, darah yang keluar juga lebih banyak.
Setiap kali haid akan timbul rasa nyeri, hal ini dapat terjadi pada wanita yang belum menikah atau pun sudah menikah. Namun yang tidak njormal adalah nyeri yang muncul menjelang menstruasi dan semakin hebat saat haid pertama dan kedua. Apalagi bila sampai pusing, muntah-muntah, mual, diare, perut seperti diremas-remas dan nyeri kepala. Hal tersebut bisa termasuk gejala endometriosis.
Endometiosis adalah penyakit di mana bercak-bercak jaringan selaput lender rahim tumbuh di luar rahim. Endometrium yang salah ini biasanya melekat pada ovarium dan ligament penyokong rahim.
Hingga kini penyebab endometriosis belum dikketahui. Teori sederhana timbulnya endometriosis adalah darah yang seharusnya keluar lewat vagina, sebagiannya masuk kembali ke dalam rongga pinggul atau perut dan tumbuh di daerah tersebut. Kalau darah haid biasanya keluar melalui rahim, adanya endometrium di luar rahim membuat darah tidak bisa keluar. Akibatnya, jumlah cairan darah bertambah sehingga menimbulkan kista, parut, dan perlengketan dengan organ-organ di sekitar rahim.
Untuk mengetahuin adanya endometriosis, dilakukan dengan teknik laparoskopi. Laparoskopi adalah teknik bedah dengan akses minimal. Artinya, pembedahan tidak dilakukan dengan membuka dada atau perut, tetapi lewat dua atau tiga lubang berdiameter 2-10 milimeter. Satu lubang untuk memasukkan kemera mini yang memindahkan gambaran bagian dalam tubuh ke layar monitor, sedangakn dua lubang lain menjadi jalan msuk peralatan bedah.
Karena lukan yang ditimbulkan minimal, pemulihannya pun lebih cepat. Pengurangan nyeri pasca operasi dan rawat inap lebih singkat. Teknik laparoskopi umumya digunakan dalam operasi di bidang ginekologi, bedah digestif dan bedah urologi. Bahkan juga untuk bedah syaraf, jantung, ortopedi, THT (Telinga-Hidung-Tenggorokan), serta bedah plastic. Dengan alat ini dokter dapat melihat organ-organ pinggul, kista dan jaringan endometriosis secara langsung.
Perlu disadari, sekali wanita menderita endometriosis, penyakitnya akan kambuh terus dan tidak pernah berhenti. Penyakit ini tidak akan sembuh dengan obat pereda rasa sakit. Jadi yang terpenting adalah segera mengenal endometriosis dan secapatnya diobati. Membiarkan penyakit itu tanpa berbuat sesuatu, hanya akan memperburuk keadaan. Berkonsultasilah ke dokter jika memang menglami nyeri yang hebat menjelang dan pada saat haid.




0 komentar:
Posting Komentar